Ingin Mulai Bisnis Bersama? Ini Tantangan yang Akan Ditemui Suami Istri

– Kawan Puan, apakah kamu ingin coba membangun bisnis bareng pasangan? Membangun sisnis bareng pasangan ini kerap kali dianggap mudah. Sebab partner dalam membangun bisnis adalah orang orang di lingkungan terdekat, yaitu suami atau istri sendiri.

Padahal membangun bisnis bareng pasangan ini tetap memiliki tantangannya sendiri lo, Kawan Puan! Bahkan tantangan tersebut bila tak bisa dilewati, berpotensi akan membuat bisnis jalan di tempat atau bahkan tak berjalan sama sekali. Untuk menjawab hal tersebut, Ghita Argasasmita, financial consultant dan founder dari Integrita Financial berbagi tentang tantangan terbesar yang akan ditemui ketika suami dan istri ingin membangun bisnis bersama.

Wah, kira kira apa saja ya tantangan terbesarnya? Mari kita simak sama sama! Saat membangun bisnis bareng pasangan, ada kalanya komunikasi yang terjadi di antara suami istri itu tercampur, baik sebagai pasangan maupun sebagai partner bisnis.

Nah agar komunikasi tersebut tak tercampur, Ghita berpesan untuk para pasangan supaya bisa belajar di mana masing masing perlu menempatkan diri. “Perlakukan ini adalah sebuah bisnis, ini adalah sebuah entitas yang berbeda dengan entitas rumah tangga.” “Misalnya salah satunya (baik istri maupun suami) menegur, ya terima itu secara profesional. Jadi harus bisa menempatkan diri sebagai partner bisnis, mana yang sebagai suami istri.”

Karena komunikasi ini merupakan salah satu tantangan terbesar, Ghita pun memberi saran agar bisa menyiapkannya dengan matang. Atau bisa juga membuat semacam consensus terkait siapa yang memimpin, siapa yang ambil keputusan, sampai gimana nanti kalau ada perbedaan pendapat. Tantangan selanjutnya ketika ingin membangun bisnis bareng pasangan adalah tercampurnya cashflow rumah tangga dan bisnis.

Apalagi ketika bisnis yang dijalankan masih dalam skala kecil. Kawan Puan, untuk itu penting banget melakukan pemisahan rekening rumah tangga dan bisnis. “Kalau bisnisnya masih skala kecil, pemisahan rekening ini masih susah. Namun harus bisa dipisahkan, antara cashflow rumah tangga dan untuk dapurnya bisnis. Kalau nggak dipisahin nanti bisa berujung cekcok.”

Salah satu contohnya adalah ketika ingin mengambil sejumlah dana di rekening rumah tangga untuk modal bisnis, bisa bisa saja. Namun jika dilakukan terus menerus hal tersebut akan menjadi kebiasaan yang justru akan membuat kebingungan saat pembuatan laporan keuangan. “Itu bisa bikin pasangan mengalami kesulitan saat akan membuat laporan keuangan atau laporan laba ruginya.”

Nah agar bisa melalui 2 tantangan tersebut, Ghita tak lupa memberikan beberapa tipsnya, yaitu dengan mengutamakan komunikasi, melakukan financial checkup sampai memisahkan rekening rumah tangga dan bisnis. (*) Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *