Bacaan Doa Qunut dan Tata Caranya: Dilengkapi dengan Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan

Berikut adalah bacaan doa Qunut lengkap dengan tulisan arab, latin dan terjemahannya. Bagi sebagian umat Islam, saat menjalankan ibadah sholat subuh, tidak lupa membaca doa Qunut di dalamnya. Doa Qunut dilafalkan saat masih dalam posisi berdiri setelah membaca bacaan iktidal pada rakaat kedua, sebelum beranjak ke posisi sujud pertama.

Meski begitu, ada sebagian umat muslim yang tidak membacanya. Keduanya benar dan boleh boleh saja memakai doa Qunut atau tidak. Qunut sholat Subuh menurut ulama mazhab Syafi’i dan Maliki tergolong hal sunah.

Hal tersebut berdasarkan hadis riwayat Anas bin Malik yang berbunyi: "Nabi Muhammad senantiasa melakukan qunut pada Sholat subuh sampai beliau meninggalkan dunia." (H.R. Ahmad). Dalam pandangan ini, doa Qunut sholat subuh tergolong sebagai sunah ab’adl.

Artinya, ketika Qunut subuh tidak dilakukan, ia tidak sampai membatalkan sholat, tapi dianjurkan menggantinya dengan sujud sahwi. Namun, Qunut saat sholat subuh untuk ulama mazhab Hanbali dan Hanafi tidaklah dianjurkan. Dasarnya adalah hadis berikut:

"Sesungguhnya Rasulullah SAW. tidak berqunut saat Sholat fajar (Sholat subuh), kecuali ketika mendoakan kebaikan atau keburukan untuk suatu kaum." (H.R. Muslim). Dikutip dari smpi.alhasanah.sch.id, terdapat dua macam Qunut yang ditinjau dari bacaannya, yaitu: 1. Qunut Subuh

Qunut Subuh adalah Qunut yang dibaca dalam sholat subuh pada i’tidal rakaat akhir. 2. Qunut Nazilah Qunut Nazilah adalah Qunut yang dibaca selain pada sholat subuh namun bisa juga dibaca pada sholat subuh.

Makna dari doa Qunut nazilah lebih kepada meminta perlindungan dari mara bahaya. Bagi kalangan yang berpendapat doa Qunut Subuh adalah sunah, membaca doa ini dilakukan ketika memasuki rakaat kedua, tepat saat masih berada di posisi berdiri setelah membaca bacaan iktidal, sebelum beranjak ke posisi sujud pertama dalam rakaat tersebut. Jika dalam sholat berjamaah, imam dianjurkan untuk mengeraskan suara, sedangkan makmum mengamini doa yang dibacakan imam.

Imam dianjurkan mengubah lafal “ihdinî (berilah aku petunjuk)” dalam doa qunut sholat subuh menjadi “ihdinâ (berilah kami petunjuk)”. Ini terjadi karena sang imam dalam posisi sedang memimpin sholat, serta berdoa bukan untuk dirinya saja, melainkan bersama seluruh jamaah subuh yang diimaminya. Ketika doa yang dibacakan berisi permohonan (harapan) atau permintaan, maka dianjurkan posisi telapak tangan menghadap ke atas.

Sebaliknya, jika sampai pada doa yang berisi menolak bala, maka posisi punggung tangan yang menghadap ke atas (membalikkan telapak tangan). “Allaahumahdinii fiiman hadait, Wa aafinii fiiman aafait, Watawallani fiimantawallait, Wabaariklii fiimaaan aktoit, Waqini birahmatika syaramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha alaik, Wainnahu layadzillu mawwalait, Wala ya idzuman aadait, Tabarak tarabannaa wata aalait, Falakal hamdu alamaa qadhait, Astagfiruka wa atuubu ilaik, Washallalloohu ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ala aalihi washahbihi wabaarik wasallam” Ya Allah semoga Engkau memberikan petunjuk kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan petunjuk.

Dan semoga Engkau memberikan keselamatan kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan keselamatan. Dan semoga Engkau memberikan pertolongan kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan pertolongan. Dan semoga Engkau memberikan berkah kepadaku dari hal yang telah Engkau tetapkan.

Dan semoga Engkau memeriksa kami dari rahmat Mu dari keburukan yang telah Engkau tetapkan. Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukummu. Dan sesungguhnya Engkau tidak bisa hina, orang yang Engkau sayang, dengan tidak memuliakan orang yang di musuhi oleh Mu.

Dan Mahatinggi Allah maka tetap segala puji bagi Mu, Oleh hal yang sudah Engkau hukum, aku memohon pengampunan dan taubat kepada Mu. Dan semoga Engkau menambahkan rahmatnya kepada gusti kita Nabi Muhammad yang menjadi nabi, dan semua umat Nabi Muhammad dan para sahabatnya, Semoga Allah menambahkan keberkahan dan keselamatan. Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *